Menjadi pengecut dan membohongi diri. Berabad-abad berada dalam zona nyaman yang dibentuk menjadi sarang oleh orang-orang pilihan Tuhan yang dicinta. Menjadikan bercengkrama, berkumpul, mengkonsumsi, bahkan beragama menjadi sesuatu hal yang mekanis. Lantas apa beda manusia dengan robot?
Mengeluh bosan tanpa berbuat apa-apa. Mengisi hidup yang terlalu indah hanya dengan cemooh dan keluhan nista. Kau pikir siapa dirimu? Berkata bosan. Coba pikir apakah waktu juga tidak bosan melihatmu? Muak.
Pergilah ke luar, lampaui diri hingga batas terakhir titik temu udaramu. Lakukan hal baru, berteman dengan orang baru, berbuat sesuatu yang baru. Bahkan tentang beragama? Jika kau hanya melakukannya sesuai ajaran tapi tidak pernah mengerti mengapa, itu akan sia-sia.
Apakah tidak terpikir olehmu untuk menjadi burung di angkasa? Anak kecil di lapangan? Kenapa hidup dengan sistem dan kepura-puraan. Kau tak bisa membohongi semua mata. Tidak. Tersenyum untuk mematuhi tetapi tidak sesuai nurani. Cih!
Tak mampu melangkah ke luar meninggalkan singgasana emas dengan duri di sekelilingnya. Hei.... kau manusia! Kuingatkan, kau manusia!
Bahkan ketika kau tega menyakiti sesama hanya untuk kesenangan semu dan kekuasaan penganggu. Apa beda kau dengan binatang? Tidak. Tidak, kau merendahi itu.
Siapa dirimu hingga berani melangkahi ciptaan Tuhan? Melakukan hak-hak di luar batas dengan harta dan kuasa yang Ia percayakan terhadapmu.
Bahkan seekor anjing tidak akan menggigit majikannya. Atau seorang teman yang tak sampai hati mendepak sahabatnya yang dirasa kurang. Sungguh kaulah yang rendah. Berkaca.
Manusia tak hanya dia. Bahkan ketika kau bertemu dengan orang rendahan, kau tetap bisa belajar darinya. Jangan merasa superior, karena sungguh engkau telah memandikan matamu dengan cahaya kejam menusuk.
Buang sistem dan mekanisme idiot yang selama ini menjadi lingkaran setan. Jurang dusta.
Pikiran picik penuh noda, matilah kau disengat lintah penuh nanah. Sungguh manis mulut penuh bisa. Kau bukan siapa-siapa.
Manusia hina. Berlarilah......
Bahkan ketika engkau ditinggalkan orang-orang yang kau percaya, mereka tidak ada apa-apanya. Bintang di angkasa sama banyak jumlahnya dengan manusia di bumi. Kau tetap bisa melaju. Asal kau tak mengaku lelah.
Pergi, naiki bukit tertinggi. Jadilah berbahagia.
0 comments:
Post a Comment